Hai, Pals!
Mungkin kamu adalah salah satu penikmat Hallyu Korea yang lagi mengguncang dunia saat ini gak sih? Apakah itu Kpop song, wisata-wisata di Korea, budaya Korea, makanan Korea, drama Korea, atau yang paling populernya, Boygroup dan Girlgroup Korea. Nah, sewaktu kamu lagi ikutin cerita-cerita tentang mereka, pasti pernah dengar dong dengan kata Bulgogi? Siapin waktu kamu ya, karena Daego sekarang akan ngajak kamu untuk kenalan dengan salah satu varian andalan Daego, yaitu Bulgogi!
Simpelnya, kata kunci untuk mengenal Bulgogi adalah “fire meat” dan “thin”. Untuk asal muasal kata dari bahasa Korea nya sendiri, Bulgogi (불 고기) memiliki arti “Api” dan “Daging”. Sejarah panjang tentu tidak lepas dari Bulgogi ini dalam perkembangannya di negeri asal, yakni Korea. Masyarakat Korea yang sejak zaman Dinasti Jeoseon sudah gemar memasak dan membuat resep, akhirnya sampai sekarang tetap menjadi kebiasaan dan Bulgogi adalah salah satu resep turun temurun tersebut.
Hidangan Bulgogi di Korea disajikan dari daging iris tipis premium seperti sirloin. Yang menjadi andalan dari masakan ini tentu adalah bumbu-bumbu dan cara memasaknya. Diantaranya adalah bawang putih, lada hitam, daun bawang, jahe, gula, minyak wijen, kecap asin, kecap manis, dan tambahan bumbu lainnya sesuai selera. Bumbu tersebut setelah diracik dan dicampur, akan dibalur ke semua sisi daging dan didiamkan selama 1 atau 2 jam. Selanjutnya daging tersebut dimasak atau dipanggang diatas bara api, dan dari praktek pembuatan inilah kata Bulgogi (Daging Api) berasal.
Nah Pals, sudah mulai tergiurkah indera pengecap kalian setelah membaca sekilas tentang Bulgogi? Makanan yang baik tentu adalah makanan yang bermanfaat bagi kesehatan kita, dan tentunya juga tetap enak saat bertemu dengan lidah. Ini juga yang menjadi alasan Daego untuk memilih Bulgogi sebagai salah satu varian rasa yang disajikan untuk memperkenalkan kalian lebih dekat dengan rasa Daging Sapi Bulgogi yang populer di Korea. Resep bumbu Bulgogi ini mengandung bahan-bahan yang mudah didapat, bergizi dan kaya manfaat, serta cara memasak yang mudah. Bener banget nih kata-kata yang pernah Daego dengar dan mungkin Pals sekalian pernah membacanya, yaitu
“You dont need a silver fork to eat good food” ,
“Kamu tidak perlu garpu perak untuk memakan makanan yang baik”
–Paul Prudhomme